in ,

Gini lho 6 Karakter Millenial Sustainable Living, Kamu Termasuk Gak?

Generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah millenial berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. Millennial generation atau generasi Y juga sering disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini.

Isu lingkungan sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Beberapa waktu yang lalu, Masyarakat Jakarta sempat terjerat polusi udara yang merawang. Kombinasi beberapa faktor seperti cuaca panas, asap kendaraan, dan kurangnya perhatian generasi millenial membuat polusi udara semakin parah.

Belum lagi terkait menggunungnya sampah plastik dan rumah tangga yang tak bisa diolah di sungai-sungai dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia. dan yang terburuk, sampah telah mengancam kelangsungan hidup ekosistem lainnya selain manusia.

Tentu kalian masih ingat kejadian peristiwa tahun lalu ketika paus ditemukan mati di Pantai Wakatobi. Di dalam perut paus terdapat banyak sampah plastik. Ironisnya, Indonesia disebut sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia setelah China saat ini (Jenna Jambeck, 2015).

Sekarang bukan masanya anak muda hanya melipat tangan di dada. Millenial juga harus berubah dan mulai peduli isu lingkungan. Gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) bisa menjadi solusinya. Gaya hidup ini berpedoman mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan lewat aktivitas sehari-hari.

Isu pada lingkungan begitu penting sehingga PBB terus bergerak dan memasukkannya sebagai bagian dari 17 titik (goals) dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Deretan tujuan ini menjadi agenda pembangunan global yang mengedepankan aspek berkelanjutan untuk kepentingan makhluk hidup dan alam. Tak mau ketinggalan, Indonesia juga turut serta dalam gerakan pencapaian SDGs ini demi sang ibu pertiwi.

SDGs ini tak hanya sekadar pencapaian tujuan tetapi juga pembentukan karakter millenial. Sebagai motor penggerak, millenial mempunyai peran yang sangat penting dalam isu ini. Nah, karakter millenial seperti apa aja sih yang mencontohkan pendukung gaya hidup berkelanjutan? mari kita simak bareng-bareng.

1. Memilih Gaya Hidup Yang Sehat.

foto : via kompas

Gaya hidup sehat sangat penting untuk kesehatan seseorang, baik fisik maupun mental. Menerapkannya bisa dimulai dengan memperhatikan asupan makanan sehat, rutin berolahraga, mengatur waktu kerja dan istirahat, hingga melatih manajemen emosi. Millenial yang bisa menerapkan gaya hidup sehat ini telah berinvestasi demi kesehatan jangka panjangnya.

Karakter millenial yang peduli dengan kesehatan ini sejalan dengan tujuan SDGs ketiga yaitu hidup sehat dan sejahtera. Tujuan ini meliputi menekan angka kematian ibu anak, penyebaran penyakit menular, dan menghentikan penyalahgunaan narkotika.

2. Peduli Dengan Keuangan di Masa Depan.

foto : via idntimes

Menurut sebuah survei di Forbes, millenial berpenghasilan 20% lebih sedikit dibandingkan orangtuanya. Lebih parahnya lagi, kepemilikan dari segi properti juga jauh di bawah generasi orangtuanya atau baby boomer.

Tak untuk foya-foya, millenial yang peduli sustainable living harus pintar-pintar dalam mengelola keuangannya. Millenial yang peduli gaya hidup berkelanjutan memiliki rencana keuangan yang kuat menghadapi ekonomi tak menentu. Millenial seperti ini selalu mendukung semangat produktif dan kreatif. Hal ini sejalan dengan SDG nomor kedelapan yang mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan, tenaga kerja tetap yang produktif dan layak.

3. Selalu Up to Date Berkat Teknologi.

Millenials 2

Millenial tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Tak hanya update media sosial, pendidikan berkulitas bisa diraih berkat teknologi. Hasilnya, pendidikan kini menjadi lebih inklusif, berkualitas, dan setara. Semua bisa mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Karakter millenial seperti inilah yang menunjukkan pendukung gaya hidup berkelanjutan.

4. Bekerja di Perusahaan Yang Mendukung Praktik Berkelanjutan.

Work Millenials

Bekerja tak hanya sekadar mencari uang bagi millenial. Mereka juga akan memikirkan dampak yang bisa diberikan pekerjaan itu bagi sekitar. Tak mengherankan, millenial yang peduli SDGs menjadikan perusahaan yang mendukung praktik berkelanjutan sebagai tempat kerja idaman.

Contohnya, di Indonesia ada APRIL Group. Sebagai perusahaan swasta yang beroperasi di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, APRIL mulai memetakan dampak operasional perusahaan sejalan dengan implementasi SDGs.

5. Menggunakan Produk Berkelanjutan.

shop millenials

Katakan Tidak untuk plastik! Semboyan ini jadi pedoman bagi millenial yang peduli isu lingkungan. Plastik mengotori lautan di seluruh dunia. Menurut estimasi badan lingkungan PBB, jumlah plastik akan melebihi jumlah ikan di lautan pada 2050 mendatang.

Penggunaan produk yang berkelanjutan seperti totebag saat berbelanja jadi karakter khas millenial yang peduli gaya hidup berkelanjutan. Tak hanya itu, penggunaan botol minuman isi ulang dan sedotan stainless steel jadi ciri millenial yang sadar kelestarian lingkungan.

6. Memikirkan Dampak Sosial.

millenials 3

Gaya hidup berkelanjutan juga memiliki dampak sosial. Sudah menjadi tanggung jawab millenial memikirkan solusi permasalahan sosial seperti kesejahteraan masyarakat. Program seperti pengentasan kemiskinan menjadi salah satu aktivitas nyatanya.

Dampak sosial ini sejalan dengan SDG nomor pertama yaitu memberantas kemiskinan apa pun bentuknya. Tujuannya, tak ada lagi masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Tidak hanya itu, banyak millenial yang turun tangan langsung atau mendorong perusahaan tempatnya bekerja untuk mendonasikan sebagian keuntungan pada program sosial seperti CSR (Corporate Social Responsibility).

 

Written by Rian D. Saputra

“Semangat mengubah hidup dengan doa, kesabaran, keikhlasan, ikhtiar akan menjadi ibadah yang sempurna di hadapan Allah”

cv-proggramer-samuel

Viral, CV Anak Programmer Ini Bikin Warganet Terpukau

5 Alasan Tidak baik Menjadi Orang Yang Terlalu Percaya Diri !