in

Narkoba Paling Berbahaya, Yang Membuat Penggunanya Jadi “Zombie”

Efek Flakka

Kepoinkuy.comNarkoba merupakan sejenis obat-obatan yang sangat berbahaya dan dapat merusak generasi bangsa, jika orang menggunakan narkoba maka orang tersebut akan merasakan hal-hal yang membuat dirinya berhalusinasi, dan menjadi ketergantungan terhadap obat-obatan tersebut. Apabila sudah ketergantungan terhadap narkoba maka cara menghilangkannya akan susah sekali, dan harus direhabilitasi.

Narkoba terbagi menjadi beberapa jenis yaitu: Morfin, Heroin, Kokain, dan Ganja, ganja adalah salah satu jenis narkoba yang sudah familiar terdengar dikalangan masyarakat namun jenis narkoba yang berbahaya adalah kokain, karna kokain merupakan senyawa yang terdapat di daun koka atau tanaman Erythroxylon coca. Efek kokain dapat membahayakan tubuh, dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental, dan kokain dapat mengganggu zat kimia otak yaitu dopamin.

Baca Juga : Kabar Kelam Industri K-Pop – Bunuh Diri Hingga Penyalahgunaan Narkoba

Efek Flakka

Tapi tahukah kalian ternyata ada jenis narkoba yang paling lebih berbahaya dari pada kokain atau jenis-jenis narkoba lainnya. Yaitu jenis narkoba “Flakka”.

“Flakka” adalah jenis narkoba yang mengandung senyawa MDPV, yang dapat menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin.

“Flakka” dapat membuat penggunanya tidak sadarkan diri, bertingkah seperti zombie, bahkan bisa sekarat bagi penggunanya.

Efek “Flakka” lebih tahan lama dari pada kokain dan methamphetamine, harga Flakka juga tebilang lebih murah dibandingkan dengan jenis-jenis narkoba lainnya, yaitu sekitar $3-$5 dollar AS untuk satu dosis.

Selain dapat merusak organ-organ tubuh, obat ini dapat membunuh penggunanya jika dosis yang digunakan lebih sedikit saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Written by Andrian Wicaksono

Learn from yesterday, live for today and hope for tomorrow.

Ternyata Otak Bisa Memulihkan Tubuh Serta Membuang Racun Saat Kita Tidur

Asam Urat Bisa Dihindari, Kenali 5 Tanda-tandanya