in ,

Sederet Gejala Jangka Panjang Yang Paling Umum Dikeluhkan Para Pasien COVID-19

Photo by Alex Green from Pexels

Kepoinkuy.com – Virus corona atau covid-19 menjadi wabah paling menakutkan saat ini, berdasarkan hasil Data statistik virus corona (COVID-19) diseluruh dunia sekitar 72 juta orang sudah terinfeksi, 47 juta orang sudah sembuh dan sekitar 1,6 juta orang meninggal dunia akibat virus corona.

Pasien yang telah sembuh dari infeksi tersebut juga bisa mengalami gejala COVID-19 jangka panjang.

Kondisi gejala jangka panjang ini bisa berlangsung lama setelah pasien COVID-19 pulih dari infeksi. Biasanya dapat berlangsung beberapa minggu atau lebih dari itu.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa gejala jangka panjang ini bisa ditentukan dari gejala yang berkembang di minggu pertama infeksi. Dikutip dari Times of India, berikut ini sederet gejala jangka panjang yang paling umum dikeluhkan para pasien COVID-19.

1. Kelelahan

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19

Orang-orang yang terinfeksi COVID-19 mengeluh mengalami kelelahan yang parah atau kronis. Kelelahan kronis ini bisa menyerang pasien yang mengalami gejala ringan atau sedang dan bisa terjadi dalam jangka panjang.

Baca Juga : Hati-Hati! Jangan Sepelekan 8 Gejala Kesehatan Ini!

Gejala jangka panjang ini bisa terjadi setelah tubuh melawan infeksi virus. Beberapa bahkan mengatakan bahwa kelelahan ini menjadi gejala yang membutuhkan waktu paling lama untuk pulih pasca infeksi.

2. Nyeri otot

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19
Photo by Gerd Altmann from Pexels

Kelelahan pasca infeksi COVID-19 juga ditandai dengan kelesuan dan nyeri otot. Rasa nyeri ini mungkin disebabkan karena peradangan yang terjadi di dalam tubuh akibat virus Corona.

Selain itu, para pasien COVID-19 yang sudah sembuh juga bisa mengalami nyeri otot. Nyeri otot ini disebabkan oleh kerusakan pada serat otot akibat virus dan kerusakan jaringan abnormal di tubuh.

3. Batuk berkepanjangan

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19
Photo by Alex Green from Pexels

Viral load virus yang tertinggal pada saluran pernapasan bagian atas bisa menyebabkan gejala batuk yang berkepanjangan. Gejala COVID-19 jangka panjang ini bisa berlangsung selama 5-6 minggu atau lebih.

Batuk yang dialami bisa bersifat kering atau produktif (basah), yang membuat saluran pernapasan dan tenggorokan lebih stres.

4. Sesak napas

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19

Sesak napas juga bisa menjadi tanda gejala COVID-19 semakin parah. Bahkan kondisi ini bisa menjadi masalah yang berlangsung lebih lama dan mempengaruhi kualitas hidup.

Virus Corona COVID-19 ini bisa mempengaruhi fungsi paru-paru, dan memberikan tekanan ekstra pada saluran dada serta paru-paru. Tubuh yang sakit akibat virus bisa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk pulih, dan rentan terhadap indeksi paru-paru kronis dan masalah pernapasan.

Baca Juga : Ini Dia Tips Menggunakan Masker Yang Benar Untuk Menghindari Tertularnya Penyakit

Untuk memantau kondisi gejala jangka panjang ini, beberapa pasien diminta untuk terus memantau kadar oksigen mereka dan mencari tanda-tanda adanya masalah pernapasan.

5. Kabut otak

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kabut otak, kebingungan, dan delirium adalah beberapa gejala COVID-19 yang bisa mempengaruhi otak. Gejala ini juga menjadi gejala pasca COVID-19 yang paling umum dikenali.

Sampai saat ini, COVID-19 yang bisa menyebabkan penurunan fungsi otak masih terus diteliti. Tetapi, dampaknya bisa sangat mendalam dan bisa menurunkan kualitas hidup beberapa pasien yang mengalami gejala berat.

Baca Juga : Beberapa Hal yang Harus Diketahui Tentang Virus Corona !

Kabut otak dan gejala kerusakan otak lainnya ini juga bisa menjadi gejala jangka panjang pasca seseorang terinfeksi COVID-19. Hal ini membuat para dokter menyarankan untuk pasien yang telah pulih dari COVID-19 untuk melakukan pemeriksaan dan latihan pasca-COVID untuk merangsang fungsi otak.

6. Insomnia

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19
Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Gejala lain yang cenderung mengganggu pasien COVID-19 adalah masalah tidur kronis atau insomnia. Hampir setengah pasien yang telah sembuh dari virus Corona juga mengeluhkan hal ini.

Baca Juga : Penelitian Mengungkapkan 4 Masalah Kesehatan Ini Akan Timbul Bagi Pasien Sembuh Virus Corona

Psikiater melihat banyaknya pasien yang pulih dari COVID-19 mengalami masalah tidur ini. Mereka mengeluh ketakutan dan panik, yang menyebabkan mereka susah untuk tidur.

7. Berkurang hingga hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa

Gejala Jangka Panjang yang Banyak Dialami Penyitas COVID-19
Photo by cottonbro from Pexels

Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa atau anosmia ini adalah salah satu gejala COVID-19 yang paling banyak dialami. Butuh waktu hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan agar fungsi indra tersebut pulih kembali.

Beberapa pasien yang menderita kehilangan penciuman yang berkurang ini seringkali membutuhkan perawatan dan terapi seperti pelatihan penciuman. Hal ini dilakukan untuk ‘memperbaiki’ otak agar secara akurat bisa mengenali rasa, bau, dan aroma yang tepat seperti sebelumnya.

Zodiak yang Sering PHP

Inilah Lima Zodiak yang Disebut-sebut Suka PHP dan Ghosting.

Hal Kecil Ini Ternyata Disenangi Pria, Wanita Wajib Tahu

Para Wanita Wajib Tahu, Hal Simpel Ini Dapat Membuat Seorang Pria Meleleh